Billboard Ads

https://masterkey.masterweb.com/aff.php?aff=12774

Kisah Nasihat Abu Hafsh ~ Pada suatu ketika, Abu Hafsh pulang dari menunaikan ibadah haji. Murid-muridnya menyambutnya dengan gembira. Mereka berharap Abu Hasfh membawa oleh-oleh. 


Abu Hafsh membawa  oleh-oleh yang bukan barang,  tetapi berupa nasihat. Nasihat ini berkaitan dengan memaafkan orang lain. Berikut ini sebagian nasihatnya. "Apabila ada seseorang yang perbuatannya menyakitimu, carilah satu alasan untuk memaafkannya.  Jika terjadi  salah paham  dan engkau  berada  di pihak yang benar,  carilah alasan yang dapat digunakan untuk memaafkannya. Apabila engkau belum dapat memaafkannya, carilah alasan sebanyak empat puluh alasan yang dapat digunakan untuk memaafkannya. Apabila kamu tetap tidak dapat memaafkannya,  engkau sebaiknya duduk. Kemudian, katakan pada dirimu sendiri, 'Sungguh, kamu adalah orang yang keras kepala. Hatimu dipenuhi  kegelapan  dan  keangkuhan. Engkau tetap membencinya,  padahal  ada empat puluh alasan yang  dapat  digunakan untuk memaafkannya.  Perbuatanmu sungguh  buruk.  Aku terlepas  dari perbuatan  burukmu  itu.'

Nasihat Abu Hafsh sangatlah mengena di hati setiap manusia. Banyak sekali orang yang sulit memaafkan   orang lain. Namun, ada satu pertanyaan besar dari kita semua. Adakah orang yang mampu   melaksanakannya? Jika ada, orang itu benar-benar telah memiliki iman yang kuat.
Pesan : "Lezatnya memberi maaf lebih baik dari pada lezatnya membalas dendam."
Oleh Sugiasih, S.Si.
 
Advertisement
edit post icon  www.alamuslim.com