Billboard Ads

https://masterkey.masterweb.com/aff.php?aff=12774

Kisah Nabi Idris Dan Malaikat Izrail ~ Nabi  Idris  adalah   orang  yang  taat  dan  rajin  beribadah kepada  Allah.  Oleh karena  itu,  Allah sangat mengasihinya. Karena  ketekunan ibadahnya pula, Nabi Idris   menarik perhatian Malaikat Izrail, malaikat pencabut nyawa. Pada suatu ketika, Malaikat Izrail mendatangi Nabi Idris sebagai manusia biasa.  Saat  itu,  Nabi  Idris tidak  menyadari  bahwa orang yang datang  adalah  seorang malaikat pencabut nyawa. 


Setelah beberapa waktu,  barulah Nabi Idris mengetahui bahwa orang yang datang kepadanya adalah seorang malaikat. Saat itulah seluruh tubuh Nabi Idris gemetaran. Ia memikirkan  ajalnya  yang  mungkin sudah  dekat.  Namun,  Malaikat Izrail meyakinkan  bahwa  kedatangannya  bukan  untuk mencabut  nyawa,  tetapi  hanya  untuk  berkunjung.

Mengetahui  yang di hadapannya adalah  seorang malaikat pencabut nyawa, timbul  keinginan  untuk mengetahui hal­hal yang ghaib. Ia berkata, "Wahai Malaikat Izrail,  saya menginginkan agar dapat   merasakan sekarat menjelang ajal, melihat neraka, dan  merasakan   surga."  Malaikat  Izrail mengatakan   bahwa dirinya tidak berhak menentukan kematian seseorang. Setelah itu, Allah memerintahkan    Malaikat Izrail untuk mencabut nyawa Nabi Idris. Oleh  karena itu, Malaikat Izrail segera mencabut     nyawa Nabi Idris. Kemudian, Nabi Idris dihidupkan kembali. Ketika ditanyakan tentang  sakaratul maut,  Nabi Idris menerangkan bahwa perumpamaan untuk sakaratul maut adalah binatang yang dikuliti  dalam  keadaan hidup.  Jadi,  saat  sakaratul  maut  itu sakitnya  tidak  terkira.

Kemudian, Nabi Idris meminta  agar dapat  melihat  neraka Jahanam. Dengan izin Allah, Malaikat  Izrail membawa Nabi Idris ke neraka Jahanam. Saat melihat neraka Jahanam dan berbagai macam siksaannya, Nabi Idris pingsan. Setelah sadar, Nabi  Idris meminta untuk dibawa ke  surga.  Saat masuk surga, Nabi Idris sangat terpesona dengan keindahan surga. Di sana, Nabi Idris memperoleh bermacam-macarn kenikmatan. Nabi  Idris  sangat takjub dengan  keindahan  surga hingga  akhirnya  tertidur.  Kemudian, Malaikat Izrail berkata kepada Nabi Idris, "Sudah  saatnya kita  kembali  ke dunia." Nabi  Idris  menjawab,   "Bukankah sebentar tadi aku telah mati? Biarkan aku tinggal di surga." Nabi Idris dan Malaikat Izrail saling mempertahankan pendapatnya.

Kemudian, Allah berfirman, "Surga adalah tempat istirahat setelah hari kiamat tiba. Oleh karena itu, tunggulah kamu di langit keempat." Nabi Idris ditempatkan di langit keempat hingga wafat  di sana.
Pesan : "Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia."
Oleh Sugiasih, S.Si.
Advertisement
edit post icon  www.alamuslim.com