Billboard Ads

https://masterkey.masterweb.com/aff.php?aff=12774

Pahala puasa asyura, Pahala puasa asyura / Muharram dan peristiwa-peristiwa penting di bulan ini, Baiklah pemirsa blog imammuttaqin58, perlu kalian ingat bahwasanya besok tepatnya hari jum'at tanggal 29 september 2017 / 9 Muharram 1439 kita di sunnahkan untuk melaksanakan puasa tasu'a dan asyura (puasa muharram).mungkin di antara kalian masih bingung kapan puasa bulan muharram dilakukan? dan bagaimana niatnya? yaitu puasa tepat pada tanggal 9 bulan Muharram (Tasu'a), dan juga puasa pada tanggal 10 bulan muharram (asyura /suro).

Puasa tasu'a adalah sunnah hammiyah karena nabi pernah bilang akan melaksanakan namun belum sempat melaksanakan sudah wafat. sedangkan puasa asyura atau puasa tanggal 10 muharram nabi sudah pernah melaksanakan. Sedikit nukilan / catatan kecil yang kaitannya dengan hari TASU'A dan ‘ASYURO, 29-30 oseptember 2017 / tanggal 9-10 Muharam / syuro.

Puasa hari TASU’A, yaitu hari ke Sembilan dari bulan Muharrom. Rosululloh bersabda: "andai aku (masih) hidup pada tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari ke Sembilan dan ke sepuluh (dari bulan Muharrom)". (hanya saja) beliau keburu wafat.

(و) الثَّالِث صَوْم يَوْم (تاسوعاء) وَهُوَ تَاسِع الْمحرم لِأَنَّهُ صلى الله عَلَيْهِ وَسلم قَالَ لَئِن عِشْت إِلَى قَابل لأصومن التَّاسِع والعاشر فَقبض صلى الله عَلَيْهِ وَسلم من عَامه

Perahu Nuh berlabuh di bulan Asyura/Muharram

Banjir bandang yang terjadi dimasa nabi Nuh yang menyisakan kehidupan manusia hanya sejumlah 1 perahu, dan pada bulan asyuro inilah peragu nabi nuh berlabuh:

وَحكي أَن نوحًا عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَام لما اسْتَقَرَّتْ بِهِ السَّفِينَة يَوْم عَاشُورَاء قَالَ لمن مَعَه اجْمَعُوا مَا بَقِي مَعكُمْ من الزَّاد فجَاء هَذَا بكف من الباقلاء وَهُوَ الفول وَهَذَا بكف من العدس وَهَذَا بأرز وَهَذَا بشعير وَهَذَا بحنطة فَقَالَ اطبخوه جَمِيعًا فقد هنئتم بالسلامة فَمن ذَلِك اتخذ الْمُسلمُونَ طَعَام الْحُبُوب وَكَانَ ذَلِك أول طَعَام طبخ على وَجه الأَرْض بعد الطوفان وَاتخذ ذَلِك عَادَة فِي يَوْم عَاشُورَاء

Dihikayatkan, bahwa tatkala perahu Nabi Nuh AS. sudah berlabuh (siap digunakan) pada hari ‘asyuro, beliau berkata kepada kaumnya:

"kumpulkanlah semua perbekalan yang ada pada diri kalian!". Lalu beliau menghampiri (mereka) dan berkata:

"(ambillah) kacang fuul (semacam kedelai) ini sekepal, dan ‘adas (biji-bijian) ini sekepal, dan ini dengan beras, dan ini dengan gandum dan ini dengan jelai (sejenis tumbuhan yang bijinya/buahnya keras dibuat tasbih)".

Kemudian Nabi Nuh berkata: "pasaklah semua itu oleh kalian!, niscaya kalian akan senang dalam keadaan selamat".

Dari peristiwa ini maka kaum muslimin (terbiasa) memasak biji-bijian. Dan kejadian di atas merupakan praktik memasak yang pertama kali terjadi di atas muka bumi setelah kejadian topan. Dan juga peristiwa itu dijadikan (inspirasi) sebagai kebiasan setiap hari ‘asyuro.

وللحافظ ابْن حجر شعر من الرجزفِي الْحُبُوب الَّتِي طبخها نوح عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَام: فِي يَوْم عَاشُورَاء سبع تهترس *بر شعير ثمَّ ماش وعدس وحمص ولوبيا والفول * هَذَا هُوَ الصيح وَالْمَنْقُول  وَنقل عَن بعض الأفاضل أَن الْأَعْمَال فِي يَوْم عَاشُورَاء اثْنَا عشر عملا الصَّلَاة وَالْأولَى أَن تكون صَلَاة التَّسْبِيح وَالصَّوْم وَالصَّدَََقَة والتوسعة على الْعِيَال والاغتسال وزيارة الْعَالم الصَّالح وعيادة الْمَرِيض وَمسح رَأس الْيَتِيم والاكتحال وتقليم الْأَظْفَار وَقِرَاءَة سُورَة الْإِخْلَاص ألف مرّة وصلَة الرَّحِم وَقد وَردت الْأَحَادِيث فِي الصَّوْم والتوسعة على الْعِيَال وَأما غَيرهمَا فَلم يرد فِي الْأَحَادِيث

Dinuqil dari sebagian Afadlil (orang-orang yang biasa melakukan hal yang paling utama), bahwa amal-amal pada hari ‘asyuro ada dua belas macam amal :

Amalan di bulan asyura/Muharram


  1. Sholat, dan yang paling utama adalah sholat tasbih
  2. Puasa
  3. Sodaqoh
  4. Memberi keleluasaan kepada keluarga (seperti dengan memberi nafkah lebih dari hari-hari biasanya)
  5. Mandi
  6. Mengunjungi orang ‘alim yang solih
  7. Menengok orang sakit
  8. Mengusap kepala anak yatim
  9. Bercelak
  10. Memotong kuku
  11. Membaca QS. Al ikhlash 1.000 kali
  12. Silaturahim


وَذكر الْعلمَاء أَن ليَوْم عَاشُورَاء مزايا لم تكن لغيره وَذَلِكَ: أَنه خلق فِيهِ آدم دَاخل الْجنَّة وتيب عَلَيْهِ فِيهِ واستوت سفينة نوح على الجودي وفلق الْبَحْر لمُوسَى وَأغْرقَ فِي الْبَحْر فِرْعَوْن وَأخرج يُونُس من بطن الْحُوت ويوسف من الْجب وتيب على قوم يُونُس وَولد إِبْرَاهِيم عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَام وَنَجَا من النَّار فِيهِ وَولد عِيسَى عَلَيْهِ السَّلَام وَرفع إِلَى السَّمَاء فِيهِ ورد بصر يَعْقُوب وكشف ضرّ أَيُّوب وَغفر لنَبِيّ الله دَاوُد فِيهِ اه

Para ulama mengatakan bahwa hari asyuro/muharram memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan hari-hari yang lain, pada bulan ini terjadi beberapa peristiwa penting yaitu:

Peristiwa Penting terjadi di bulan asyura/Muharram


  1. diciptakannya Nabi Adam AS di dalam surga
  2. diterimanya taubatu Nabi Adama AS di dalam surga
  3. naik dan sejajarnya perahu Nabi Nuh AS dengan bukit Juudy
  4. terbelahnya laut untuk Nabi Musa AS
  5. tenggelamnya Fir’aun di dasar laut
  6. dikeluarkannya Nabi Yunus AS dari peruta ikan
  7. dikeluarkannya Nabi Yusuf AS dari sumur
  8. diterimanya taubat umat Nabi Yunus AS
  9. dilahirkannya Nabi Ibrohim AS
  10. selamatnya Nabi Ibrohim AS dari api
  11. dilahirkannya Nabi Isa AS
  12. diangkatnya Nabi Isa AS ke langit
  13. dikembalikannya penglihatan Nabi Ya’qub AS
  14. dibuka (dihilangkan)nya madlorot yang mendera Nabi Ayyub AS
  15. diampuninya Nabi Dawud AS


Niat puasa tasu'a, asyura (puasa bulan Muharram)

Niat sebenarnya wajib di hati sunnah di lisan, lisan sebagai penolong niat hati jadi biat bi-lisan juga penting, adapun niat puasa tasu'a (tanggal 9 bulan muharram) yaitu:
"Nawaitu shouma ghoddin min yaumin tasu'a sunnatallillahi ta'ala" (saya berniat puasa tanggal 9 bulan muharram karna sunnah Allah)

Niat puasa asyura (tanggal 10 bulan muharram)

"Nawaitu shouma ghoddin min yaumin 'Asyura sunnatallillahi ta'ala" (saya berniat puasa tanggal 10 bulan muharram karna sunnah Allah)

Demikian risalah kecil ini, semoga bermanfaat dan kita diberi kemampuan oleh Alloh untuk melaksanakannya. Amin.

Nihayatuz Zain hal 195-197, versi kitab asli cetakan Daru ihya alkutub al’arobiyyah. [ Nihayatuz Zain juz I hal 196-197,  almaktabah asysyamilah
Kutipan : Gus Imam Syibawaih
Pengalaman ngaji di Pesantren
Advertisement
edit post icon  www.alamuslim.com