Billboard Ads

https://masterkey.masterweb.com/aff.php?aff=12774

Doa Iftitah latin - Sholat, wajib hukumnya bagi umat islam di seluruh dunia, Di dalam sholat terdapat doa atau dzikir yang selalu dibaca di awal, kita biasa menyebutnya dengan Doa Iftitah atau Doa Istiftah.
Doa Iftitah adalah doa dalam sholat yg dibaca setelah melakukan Takbiratul Ihram (Allahu Akbar setelah membaca niat) sebelum membaca Surat Al Fatihah. Doa Istiftah adalah doa yang dibaca ketika shalat, antara takbiratul ihram dan ta'awudz sebelum membaca surat Al Fatihah. Kedua kata tersebut bermakna sama. Artinya baik Iftitah maupun Istiftah memiliki makna sama, yakni Memuji dan Menyanjung Allah SWT dalam sholat.

Bacaan Doa Iftitah

Seperti yang sudah kita ketahui, Di Indonesia terdapat 2 organisasi yang berbeda yaitu NU dan Muhammadiyah dan kedua organisasi tersebut terkadang mempunyai aturan dan tata cara yang sedikit berbeda, salah satu contohnya adalah Qunut subuh. Bagi warga NU sudah merupakan hal yang umum bahwa saat sholat subuh haruslah membaca doa qunut dan jika terlupa maka harus melakukan sujud syahwi, namun tidak bagi warga muhammadiyah.
Selain doa qunut ada juga perbedaan dalam bacaan doa iftitah, kami lahir dan tumbuh di kalangan mayoritas NU dan kami baru mengetahui adanya perbedaan doa iftitah muhammadiyah dan Doa Iftitah NU saat mengikuti organisasi kerohanian di kampus. Jika ada pertanyaan manakah doa iftitah sesuai sunnah? atau manakah bacaan doa iftitah yang benar? Insyaallah keduanya benar.
Terdapat beberapa macam doa iftitah yang pernah dibaca oleh Rasulullah, dalam Majalah Asy Syariah Vol V/ No.59/1431 H/2010, hal. 65-69 diterangkan secara keseluruhan doa iftiftah yang shahih dalam hadits ada 11 bacaan. Jadi ketika anda mendengar doa iftitah selain yang anda baca, jangan sesekali menyalahkan atau membid'ahkan, karena mungkin saja wawasan kita dalam membaca dan belajar agama masih kurang.
Kesempatan kali ini, kami hanya akan menuliskan bacaan doa iftitah latin dan artinya yang paling umum di Indonesia.
Bacaan Doa Iftitah kabiro (NU)

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Doa iftitah latin
Allahu akbar kabiiroo wal-hamdu lillaahi katsiiro wa subhaanallaahibukrotaw wa ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lil-ladzii fathoros-samaawaati wal ardho haniifam muslima-wamaa ana minal-musyrikiin. Innaa sholaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahirabbil-aalamiin. laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal-muslimiin.
Terjemahan doa Iftitah
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).

Dalam sebuah hadits diterangkan, dari Ibnu Umar dia berkata;

بَيْنَمَا نَحْنُ نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ قَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ الْقَائِلُ كَلِمَةَ كَذَا وَكَذَا قَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ عَجِبْتُ لَهَا فُتِحَتْ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ قَالَ ابْنُ عُمَرَ فَمَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ذَلِكَ

“Ketika kami shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba seseorang mengucapkan ALLAHU AKBAR KABIRAW WAL HAMDU LILLAHI KATSIIRAW WASUBHAANALLAAHI BUKRATAN WA ASHIILAN (Maha Besar Allah, dan segala puji bagi Allah, pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang).” Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Siapakah yang mengucapkan kalimat tadi?” Seorang sahabat menjawab; “Saya wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Sungguh aku sangat kagum dengan ucapan tadi, sebab pintu-pintu langit dibuka karena kalimat itu.” Kata Ibnu Umar; “Maka aku tak pernah lagi meninggalkannya semenjak aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan hal itu.” (HR. Muslim no. 943)
baca juga : Doa Sholat Dhuha
Doa Iftitah Muhammadiyah (Allahuma Baid/doa iftitah pendek)

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

Doa iftitah muhammadiyah latin
Allahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Allahummaghsil khathaayaaya bilmaa’i watstsalji wal barad.
Terjemahan Doa iftitah muhammadiyah
Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin.
baca juga : Tata cara sholat Tahajud
Dalam sebuah hadits, Abu Hurairah -radhiallahu anhu- berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْكُتُ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَبَيْنَ الْقِرَاءَةِ إِسْكَاتَةً قَالَ أَحْسِبُهُ قَالَ هُنَيَّةً فَقُلْتُ بِأَبِي وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ إِسْكَاتُكَ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةِ مَا تَقُولُ قَالَ أَقُولُ اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiam antara takbir dan bacaan Al Qur’an. lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, demi bapak dan ibuku! Anda berdiam antara takbir dan bacaan. Apa yang anda baca di antaranya?” Beliau bersabda, “Aku membaca: ALLAHUMMA BAA’ID BAINII WA BAINA KHATHAAYAAYA KAMAA BAA’ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIB. ALLAHUMMA NAQQINII MINAL KHATHAAYAA KAMAA YUNAQQATS TSAUBUL ABYADHU MINAD DANAS. ALLAHUMMAGHSIL KHATHAAYAAYA BILMAA’I WATSTSALJI WAL BARAD (Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air yang dingin).” (HR. Al-Bukhari no. 744 dan Muslim no. 598)

Hukum membaca doa iftitah adalah sunnah. Jika kita menjadi makmum masbuk dan tidak sempat membacanya maka tidak apa-apa. Pertanyaan yang sering muncul berkaitan dengan doa iftitah ini antara lain;
1. Apakah sholat tahajud memakai doa iftitah? jawabannya adalah iya, (Baca : doa setelah sholat tahajud)
2. Manakah doa iftitah yang paling shahih? Doa iftitah yang sering dibaca Rasulullah adalah doa iftitah pendek (Muhammadiyah), namun demikian doa iftitah Kabiraw juga dapat dishahihkan

Jika anda ingin download doa iftitah, anda dapat menyimpan gambar di bawah ini dan anda hafalkan.
doa iftitah latin
Doa Iftitah NU

doa iftitah muhammadiyah
Doa Iftitah Muhammadiyah

Demikianlah macam-macam doa iftitah yang dapat kami bagikan, jika anda ingin mengetahui doa iftitah latin - arab lainnya, anda dapat mencarinya di kitab-kitab ilmu fiqh untuk lebih menambah wawasan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan tata tulis, Semoga apa yang kami tuliskan di atas bermanfaat bagi kita semua.
Advertisement
edit post icon  www.alamuslim.com