Billboard Ads

https://masterkey.masterweb.com/aff.php?aff=12774

peristiwa karbala menurut ahlussunnah
Kronologi perang Karbala
Peristiwa karbala menurut ahlussunnah harus dipersepsikan secara adil karena latar belakang perang Karbala adalah politik agama. Inilah kronologi Karbala yang harus dilihat secara adil.

Oleh Hanif

Alamuslim.com - Iseng-iseng, saya nulis sejarah ringkas karbala krn curious saja. Silahkan dikomentari dan dikritisi. Maklum bahasa arab saya pas-pasan dan saya ini ahli sejarah kelas teri :(

Sbg catatan: saya seorang sunni tulen. Saya mencintai Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Hassan, Hussain, Mu’awiyah, dan semua sahabat dan semua ahlul bait radhiyallahu ‘anhum ajma’in.

A. Pengantar
Masa Khilafah Rasyidah

عن سعيد بن جهمان عن سفينة رضي الله عنه؛ قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « خلافة النبوة ثلاثون سنة، ثم يؤتي الله الملك من يشاء » .
قال سعيد : قال لي سفينة : أمسك عليك: أبا بكر سنتين، وعمر عشرا، وعثمان اثنتي عشرة، وعلي كذا.
! قال سعيد : قلت لسفينة : إن هؤلاء يزعمون أن عليا رضي الله عنه لم يكن بخليفة
. (قال: كذبت أستاه بني الزرقا (يعني: بني مروان
رواه: الإمام أحمد، وأبو داود، والترمذي، والنسائي، وابن حبان في “صحيحه”، والحاكم في “مستدركه”، وهذا لفظ أبي داود

Dari Sa’id bin Jamhan, dari Safinah ra.,  Rasulullah saw bersabda, “sesungguhnya Khilafah Kenabian itu 30 tahun, dan kemudian Allah akan berikan kerajaan kepada yang Dia kehendaki”. Safinah berkata kepadaku, “Abu Bakar 2 tahun, Umar 10 tahun, Utsman 12 tahun, dan sisanya Ali”. Aku berkata kepada Safinah, “Sesungguhnya mereka bilang kalau Ali bukanlah Khalifah”.

Safinah berkata, “Bani Zarqa’ (Bani Marwan) telah berbohong” (HR. Ahmad)

Bani Zarqa’ adalah sebutan untuk Bani Marwan. Bani Umayyah disebut juga Bani Marwan me-refer kepada Marwan bin Abdul Malik, Khalifah ke-4.

Bani Marwan disebut Bani Zarqa’ (mungkin) karena mata mereka yang berwarna biru

قال ابن كثير رحمه الله تعالى: “وكانت خلافة أبي بكر رضي الله عنه سنتين وأربعة أشهر إلا عشر ليال، وكانت خلافة عمر رضي الله عنه عشر سنين
وستة أشهر وأربعة أيام، وخلافة عثمان رضي الله عنه اثنتي عشرة سنة إلا اثني عشر يوما، وكانت خلافة علي بن أبي طالب رضي الله عنه خمس سنين إلا شهرين”.
“قال  ”وتكميل الثلاثين الحسن بن علي رضي الله عنهما نحوا من ستة أشهر، حتى نزل عنها لمعاوية رضي الله عنه عام أربعين من الهجرة”.
وقال ابن كثير أيضا: “إنما كملت الثلاثون بخلافة الحسن بن علي رضي الله عنهما، فإنه نزل عن الخلافة لمعاوية رضي الله عنه في ربيع الأول من سنة إحدى وأربعين، وذلك كمال الثلاثين سنة من موت رسول الله صلى الله عليه وسلم؛ فإنه توفي في ربيع الأول سنة إحدى عشرة من الهجرة،
“.وهذا من دلائل النبوة صلوات الله وسلامه عليه

Ibnu Katsir berkata, “Masa khilafah Abu Bakar ra. itu 2 tahun 4 bulan kurang 10 hari, masa khilafah Umar ra. itu 10 tahun 6 bulan 4 hari, masa khilafah Utsman ra. itu 12 tahun kurang 12 hari, masa khilafah Ali ra.itu 5 tahun kurang 2 bulan, dan disempurnakan mnjadi 30 tahun dengan masa Khilafah Hassan bin Ali ra. selama sekitar 6 bulan. Kemudian Hassan ra. mundur dari jabatan khalifah dan menyerahkannya kepada Mu’awiyah ra. pada rabi’ul awwal tahun 41 H. Maka genaplah masa 30 tahun itu dihitung dari saat kematian Nabi saw (Rabi’ul awwal 11 H). Dan ini sesuai dengan dalil nubuwwah dari Rasulullah saw”

Semua sahabat itu adil dan mujtahid mutlak
Karena sejarah Karbala itu sangat emosional dan sarat kepentingan, maka perlu diingat kaidah keharaman mencela sahabat. Semua sahabat itu adil dan mujtahid mutlak. Mereka bukan ma’shum tapi mungkin amalan baiknya itu jauh melebihi amalan yang buruk. Allah sudah ridha kepada mereka dan mereka pun sudah ridha kepada Allah. Dan debu di ujung hidung mereka jauh lebih mulia ketimbang kita. Maka haruslah kita memiliki adab dan akhlak kepada sahabat.

لا تسبوا أصحابي، فوالذي نفسي بيده لو أن أحدكم أنفق مثل أحد ذهباً ما أدرك مد أحدهم ولا نصيفه

“Janganlah kalian mencela sahabatku. Seandainya seorang di antara kalian menginfakkan emas semisal gunung Uhud, maka itu tidak bisa menandingi satu mud infak sahabat, bahkan tidak pula separuhnya” (HR. Bukhari)

من سب أصحابي فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين

“Siapa yang mencela sahabatku, maka dia mendapat la’nat Allah, malaikat, dan semua manusia” (HR. Tabrani)

” قال النووي: “واعلم أن سب الصحابة رضي الله عنهم حرام، من فواحش المحرمات، سواء من لابس الفتن منهم وغيره؛ لأنهم مجتهدون في تلك الحروب متأولون

Imam Nawawi dalam syarah shahih Muslim berkata, “ketahuilah bahwasanya mencela sahabat radhiyallahu ‘anhum adalah perkara haram termasuk keharaman yang sangat keji. Baik sahabat itu termasuk yang ikut dalam perseteruan fitnah dan yang tidak. Karena mereka semua adalah para mujtahid dan ahli tafsir dalam peperangan itu.”

B. Pembantaian di Karbala
1. Syi’ah berawal dari gerakan politik, belum ada penyimpangan aqidah maupun bid’ah. Murni politik.

2. Ketika Ali bin Abi Thalib ra. dibunuh (Ramadhan 40 H), Hassan ra. dibai’at oleh penduduk Kufah sbg Khalifah sedangkan Mu’awiyah ra. diba’iat penduduk Syam sbg Khalifah. Ini adalah pertama kali dalam sejarah Islam ada 2 Khalifah pada saat yg sama. Nyaris terjadi peperangan antara kelompok Kufah (yg menamakan Syi’ah Ali / pendukung Ali) dengan kelompok Syam. Ingat, syi’ah pada masa ini hanyalah grup politik. Namun Hassan ra. memilih mengundurkan diri (Rabi’ul awwal 41 H) dan menyerahkan Khalifah kepada Mu’awyah ra. demi persatuan ummat. Dan Hassan juga menenangkan emosi warga Kufah yg tidak menyetujuinya. Tahun di mana Hassan ra. menyerahkan Khalifah kepada Mu’awiyah dikenal dalam sejarah Islam sebagai tahun kebersamaan.

3. Hussain ra. tidak setuju dengan keputusan Hassan ra., namun Hassan ra. menenangkannya. Mereka berdua memilih tinggal di Madinah dan meninggalkan kufah.

4. Perang saudara dalam sejarah awal Islam (perang Shiffin dan perang Jamal) membunuh lebih banyak Muslimin ketimbang peperangan sebelumnya yg melawan kuffar. Oleh karena tu para Ulama’ memuji sikap Hassan ra. Sikap Hassan ra. ini pun telah diberitakan oleh Rasulullah saw bahwa cucunya kelak akan menyatukan 2 kelompok besar ummat Islam

إن ابني هذا سيد ولعل الله أن يصلح به بين فئتين عظيمتين من المسلمين

“Sesungguhnya cucuku ini adalah seorang sayyid, mudah-mudahan dengannya Allah akan mendamaikan dua kelompok besar dari kaum muslimin yang bertikai.” (HR. Al Bukhari)

Dalam hadits di atas juga bisa dimaknai bahwa baik kelompok Ali ra. maupun kelompok Mu’awiyah ra. pada masa itu adalah sama-sama Muslim.

: الشيخ عبد الله بن عبد الرحمن الجبرين

فتنازل عن الخلافة لمعاوية وبايعه على حقن الدماء، فتمت البيعة من بعد ذلك لمعاوية ولكن كان يتهم عليا أنه ممن رضي بقتل عثمان ؛ فلم يكن يترضى عنه، مع أن الحسن اشترط عليه عدم السب وعدم الشتم.

Shk. Ibnu Jibrin menjelaskan bahwa kelompok Mu’awiyah tetap menuduh bahwa Ali ra. termasuk yg ridha dengan terbunuhnya Utsman ra. Sedangkan Ali ra. tidak pernah ridha hal tsb.

Dan kemudian Hassan ra. mengajukan syarat yaitu agar ada larangan mencela dan menghina Ali ra.

وأن لا يسب علي وهو يسمع

[ابن كثير , البداية والنهاية]

Ibnu Katsir dalam Bdayah wa Nihayah menjelaskan bahwa Hassan ra mengajukan syarat agar tidak ada yg mencela Ali ra. sedangkan Hassan ra. mendengarnya

5. Mu’awiyah ra. memutuskan agar anaknya Yazid menjadi Khalifah selanjutnya. Yazid bukanlah sahabat Nabi. Dia memiliki catatan buruk. Namun dari berbagai catatan buruk itu dia punya 1 keutamaan, yaitu dia adalah pemimpin pasukan pertama yg menyerang Konstantinopel (masa Mu’awiyah ra), dan pasukan pertama yg menyerang Konstantinopel pasti akan diampuni. Dan yang menarik adalah, Hassan ra. dan Hussain ra. adalah termasuk pasukan yg dipimpin Yazid saat itu utk menyerang Konstantinopel.

أول جيش من امتي يغزو مدينة قيصر مغفور لهم

Pasukan pertama dari ummatku yang menyerang Konstantinopel itu diampuni dosanya (HR Bukhari)

6. Ketika Mu’awiyah ra. memutuskan Yazid sbg Khalifah penggantinya, suhu politik Makkah dan Madinah menghangat krn ada lebih banyak sahabat yg jauh lebih baik ketimbang seorang Yazid. Namun Mu’awiyah yakin, nanti juga pasti akan tunduk

7. Setelah Mu’awiyah ra. wafat (Rajab 60 H), ada 3 orang yg digadang2 sbg Khalifah. Abdullah bin Umar ra (sahabat paling senior) di Madinah, Abdullah bin Zubair ra di Makkah, dan Hussain bin Ali ra. Namun Abdullah bin Umar ra bukan orang politik. Dia memilih memba’iat yazid, namun bukan berarti suka kepada yazid. Yang penting bagi Ibnu Umar ra. adalah beribadah akhirat.

8. Marwan bin al Hakam Gubernur Madinah sangat lembut dan meminta Hussain ra. memba’iat Yazid. Namun Hussain meminta waktu. Dan di hari yg sama Hussain memilih meninggalkan Madinah dan menuju Makkah yg kontrol politik Bani Umayyah tidak begitu kuat dan toh di sana ada Abdullah bn Zubair ra. yg juga poltikus oposisi

9. Kufah pun mendengar bahwa Hussain ra. memilih tinggal di Makkah dan menolak bai’at. Mereka gembira dan mengirim surat undangan kepada Hussain ra agar brsedia di-ba’iat sbg Khalifah. Surat ini datang berkali2. Hussain ra. mengirim Muslim bin Aqil ke Kufah utk memastikan. Dan ternyata berita tsb benar dan Muslim bin Aqil mengirim surat ke Hussain ra. agar segera datang ke Kufah

10. Yazid mendengar bahwa Kufah bersiap2 membelot, dan akhirnya meminta politisi terbaik, Ubaidillah bin Ziyad, utk menyelesaikannya. Ibnu Ziyad saat itu baru berumur 28 thn. Sangat enerjik, kejam, dan pokoknya get the job done whatever it takes. Dia bersama 17 orang menuju Kufah. Ibnu Ziyad masuk Kufah saat pagi yg gelap, bersurban hitam, dan menutupi mukanya. Orang Kufah mengira dia adalah Hussain ra. dan menyambutnya. Eh, ternyata dia adalah Ibnu Ziyad, gubernur Kufah yg baru. Dan dengan ini Ibnu Ziyad jadi yakin bahwa pembelotan itu nyata

11. Ibnu Ziyad mengirimkan mata2 dan spionase ke seluruh Kuffah krn kepingin tahu siapa otak di balik pembelotan ini. Dan ternyata otaknya adalah Hani’ bin Urwah. Tokoh Kuffah yg terkenal loyal kpd Bani umayyah, namun sebenarnya dia loyal kpd Hussain ra. Dari sinilah taqiyyah di syi’ah mendapatkan ide. Ingat, sapai di sini syi’ah masih gerakan politik. sikap menyembunyikan pilihan dan kesetiaan adalah biasa.

Kronologi Perang Karbala


12. Ibnu Ziyad adalah politisi ulung. Meskipun cuman 17 org, dia mampu membelokkan warga kuffah yg sebelumnya pro-Hussain ra. menjadi ketakutan. Dia menyogok para pimpinan2 suku, bahkan menggunakan “sogokan emosional” para orang tua dari para kepala suku yg nggak mau kehilangan anaknya. Sehingga Muslim bin Aqil yg sebelumnya punya pengikut ribuan orang menjadi seorang diri yg bahkan utk makan pun susah, sampai akhirnya ditangkap Ibnu Ziyad dan disalib pada hari arafah (9 Dzulhijjah 60

13. Ibnu Ziyad meminta Yazid agar pasukan yg sebenarnya dikirim utk memerangi orang2 Turki dipinjam utk memerangi Hussain ra.

14. Pasukan Yazid yang datang tsb dipimpin oleh Umar bin Sa’ad bin Abi Waqqash yg kemudian mengepung robongan Hussain ra. d Kuffah. Umar bin Sa’ad bin Abi Waqqash mengirim utusan utk bertanya kepada Hussain ra. maksud dan tujuannya. Hussain ra. dengan tegas menjawab bahwa dia menerima berpuluh2 surat dari Kuffah yg mendukungnya sbg Khalifah, maka dia ingin menuju ke sana. Lalu Umar bin Sa’ad bin Abi Waqqash mengirimkan utusan ke Ibnu Ziyad dan memberitakan hal tsb

15. Ibnu Ziyad ingin agar Hussain ra. menyerah dan memba’iat Yazid lewat Ibnu Ziyad atau perang. Hussain ra. jelas menolak krn track record Ibnu Ziyad yg buruk dan memang orang yg pasntas berunding denganHussain ra. adalah Yazid. Bahkan Mu’awiyah ra. pun sangat segan dan sungkan dengan Hussain ra. Lalu siapa Ibnu Ziyad itu? Oleh karena itu Hussain ra. memberikan 3 opsi.

a. Membiarkan Hussain ra. pulang ke Makkah

b. Menemui dan berdialog langsung dengan Yazid. Dan biarlah Yazid memutuskan langsung apa-apa kehendaknya

c. Mengasingkan Hussain ra. dan pengikutnya di daerah terasing dan membiarkan mereka beribadah saja tanpa terlibat politik.

16. Umar bin Sa’ad bin Abi Waqqash sangat senang dan berfikir bahwa tugasnya selesai dan diapun menghadap Ibnu Ziyad. Tapi Ibnu Ziyad tetap memaksa dengan opsinya “menyerah di hadapannya atau perang”. Dan akhirnya besoknya 10 Muharram 61H terjadilah perang yg tidak seimbang

17. Semua ahlul bait berusaha melindungi Hussain ra. dan mereka pun tewas satu per satu. Ketika tinggal Hussain a. seorang diri, semua pasukan mencoba untuk tidak membunuhnya. Mereka sungkan dengan cucu Rasulullah saw. Kecuali Amr bin Dzi al-Jausyan dan Sinan bin Anas yg kemudian membunuh Hussain.

18. Kepala Hussain dipotong Sinan bin Anas dan diletakkan di atas piring lalu dihadapkan kepada Ibnu Ziyad yg kemudian menusuk2nya. Anas bin Malik ra. yg saat itu sudah sangat sepuh dan kebetulan berada di Kufah langsung tidak tahan melihat perstiwa tsb dan berkata, “Aku melihat Rasulullah saw menciumi bagian2 yg kau tusuk tsb. Dan Hussain ra. adalah orang yg paling mirip dengan Rasulullah saw”.

19. 4 tahun setelah tragedi Karbala, sekelompok orang Kuffah menamakan diri sbg Tawwabin (org yg bertaubat) dan ingin menyerang Bani Umayyah di Damaskus. Dalam perjalanan, mereka melewati Karbala. Dan di Karbala ini mereka menangis, berteriak2, dan menyiksa diri. Inilah permulaan penyimpangan kelompok syi’ah. Dari yg sebelumnya grakan politik menjadi penyelewengan aqidah

20. 60 tahun setelah tragedi karbala, kejadian yg sama nyaris berulang. Zaid bin Ali bin Hussain bin Ali bin Abi Thalib juga dapat undangan ke Kuffah. Isinya sama yaitu dijanjikan dukungan. Bedanya adalah, ketika Zaid sampai di Kuffah, dia ditanya, “apakah kamu melaknat Abu Bakar dan Umar?” Zaid menjawab, “Mereka adalah kepercayaan Rasulllah saw, bagaimana aku melaknatnya?”. Penduduk Kuffah menjawab, “bagaimana kami mendukungu kalo kamu tidak melaknat mereka berdua?” Dan Zaid pun ditolak. Aneh, Syi’ah menolak imamnya sendiri. Dan saat itu syi’ah telah mengalami banyak penyimpangan aqidah. Dan dari kisah ini pula akhirnya timbul syi’ah zaidiyah, yaitu syi’ah yg tidak melaknat para sahabat

Siapa yang harus bertanggung jawab pada peristiwa karbala?
1. Penduduk Kufah.
Inilah kesimpulan para sahabat. Di mana penduduk Kufah yang mengundang dan bersumpah setia membela Hussain ra. namun mengkhianatinya. Bahkan membiarkan Hussain berperang sendirian. Sekiranya penduduk kufah yang puluhan ribu itu turun membela Hussain ra. mungkin akan lain ceritanya. Maka karena itu penduduk Kufah harus bertanggung jawab atas syahidnya Hussain ra.

فقد سُئل عبد الله بن عمر سأله رجل عن المحرم يقتل الذباب . فقال : أهل العراق يسألون عن الذباب ، وقد قتلوا بن ابنة رسول الله صلى الله عليه وسلم ، وقال النبي صلى الله عليه وسلم : هما ريحانتاي من الدنيا .

رواه البخاري .

Ibnu Umar ra. ditanya oleh seorang Muhrim (berihram untuk haji/umrah) dari Irak mengenai membunuh lalat (ketika sedang berihram). Lalu Ibnu Umar. berkata, “Irang Irak bertanya tentang hukum membunuh lalat, padahal mereka telah membunuh cucu Rasulullah saw. Padahal Rasulullah saw telah bersabda bahwa Hassan ra. dan Hussain ra. adalah penyejuk dan pengharum beliau saw. di dunia (HR Bukhari)



4 tahun setelah tragedi Karbala, sekelompok orang Kufah menamakan diri sbg Tawwabin (org yg bertaubat) dan ingin menyerang Bani Umayyah di Damaskus. Dalam prjalanan, mereka melewati Karbala. Dan di karbala ini mereka menangis, berteriak2, dan menyiksa diri. Inilah permulaan penyimpangan kelompok syi’ah. Dari yg sebelumnya grakan politik menjadi penyelewengan aqidah

2. Ibnu Ziyad
Ketika Hussain ra. dibunuh dan kepalanya dipenggal, kepala tsb dihidangkan di atas piring kepada Ibnu Ziyad, lalu Ibnu Ziyad menusuk2nya. Anas bin Malik ra. yg saat itu sudah sangat sepuh dan kebetulan berada di Kufah langsung tidak tahan melihat perstiwa tsb dan berkata, “Aku melihat Rasulullah saw menciumi bagian2 yg kau tusuk tsb. Dan Hussain ra. adalah orang yg paling mirip dengan Rasulullah saw”.

حدثنا محمد بن عبد الله الحضرمي ، ثنا أحمد بن يحيى الصوفي ، نا أبو غسان ، ثنا عبد السلام بن حرب ، عن عبد الملك بن كردوس ، عن حاجب عبيد الله بن زياد ، قال : ” دخلت القصر خلف عبيد الله بن زياد حين قتل الحسين ، فاضطرم في وجهه نار ، فقال هكذا بكمه على وجهه ، فقال : هل رأيت ؟ قلت : نعم ، فأمرني أن أكتم ذلك ” .

[المعجم الكبير]

Thabrani meriwayatkan, bahwa ketika masih hidup, tanda-tanda hukuman Allah atas Ibnu Ziyad sudah nampak. Ada orang yang pernah melihat api di wajah Ibnu Ziyad setelah syahidnya Hussain ra. Namun Ibnu Ziyad memerintahkan orang tersebut untuk menyembunyikannya (Al Mu’ajjam al Kabir, Thabrani)

Dan pada akhirnya, Ibnu Ziyad juga mati dibunuh, kepalanya dipenggal dan diletakkan di atas piring dan dihidangkan di depan orang2 Madinah, sama persis ketika dia melakukannya thd Hussain ra. Bedanya, ada ular yg memakan kepala Ibnu Ziyad

حَدَّثَنَا وَاصِلُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنْ الأَعْمَشِ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ، قَالَ: ” لَمَّا جِيءَ بِرَأْسِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زِيَادٍ وَأَصْحَابِهِ نُضِّدَتْ فِي المَسْجِدِ فِي الرَّحَبَةِ فَانْتَهَيْتُ إِلَيْهِمْ وَهُمْ يَقُولُونَ: قَدْ جَاءَتْ قَدْ جَاءَتْ، فَإِذَا حَيَّةٌ قَدْ جَاءَتْ تَخَلَّلُ الرُّءُوسَ حَتَّى دَخَلَتْ فِي مَنْخَرَيْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زِيَادٍ فَمَكَثَتْ هُنَيْهَةً، ثُمَّ خَرَجَتْ فَذَهَبَتْ حَتَّى تَغَيَّبَتْ. ثُمَّ قَالُوا: قَدْ جَاءَتْ، قَدْ جَاءَتْ، فَفَعَلَتْ ذَلِكَ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا «هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Imam Tirmidzi meriwayatkan bahwa ketika Ibnu Ziyad dan kawan-kawannya dibunuh dan kepalanya dipenggal lalu di bawa ke sebuah masjid, maka ular datang melahap kepala-kepala tersebut. Orang-orang pun berseru, “Ular datang, ular datang….”

3. Para pembunuh Hussain di karbala

4. Umar bin Sa’ad bin Abi Waqqash.

Dia memang anak sahabat, tapi dia juga pimpinan pasukan perang yg menyerang Hussain ra. meskipun dia ragu2 dan menyerahkan pimpinan pasukan ke orang lain.

5. Yazid bin Mu’awiyah

Yazid tidak memerintahkan pembunuhan Hussain ra., namun dia tidak menghukum satu pun para pembunuhnya. Para Khalifah sesudahnya juga lebih banyak membunuh ketimbang Yazid, namun yg dibunuh di era Yazid adalah seorang yg istimewa krn itu adalah cucu Rasulullah saw. Namun dengan berbagai kesalahan yg dilakukan Yazid dia punya 1 kredit point yaitu dialah pemimpin pasukan pertama penyerang Konstantinopel yg pasti dima’afkan

C. Tradisi melaknat
Kalangan Bani Umayyah mentradisikan di mimbar2nya utk mencerca dan melaknat Ali bin Abi Thalib ra. Tidak jelas kapan ini dimulainya.

Akan tetapi cercaan Bani Umayyah terhadap Ali ra adalah nyata dan fakta sejarah. Melaknat sahabat bukanlah “copyright” tradisi kaum syi’ah, namun juga bani Umayyah, yang saya yakin dilakukan sesudah Kekhalifahan Mu’awiyah ra. dan sebelum Kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz

قال ابن حزم الأموي مولاهم في رسائله عن بني العباس (2147

إلا أنهم ( أي خلفاء بني العباس ) لم يعلنوا بسب أحد من الصحابة، رضوان الله عليهم ، بخلاف ما كان بنو أمية يستعملون من لعن عليّ بن أبي طالب رضوان الله عليه ، ولعن بنيه الطاهرين من بني الزهراء ؛ وكلهم كان على هذا حاشا عُمر بن عبد العزيز ويزيد بن الوليد رحمهما الله تعالى فإنهما لم يستجيزا ذلك . اهـ .

Ibnu Hazm (Imam Fiqh madzhab Zhahiri yang didukung penuh oleh Bani Umayyah - Andalusia) berkata:

“Dikarenakan perbedaan, bani Umayyah melaknat Ali ra dan keturunannya yang bersih dari Fathimah Az Zahra. Akan tetapi hal ini kemudian dilarang oleh Umar bin Abdul Aziz dan Yazid bin Al Walid”

ال ابن تيمية في منهاج السنة (8170) :

وأعظم ما نقمه الناس على بني أمية شيئان أحدهما تكلمهم في علي والثاني تأخير الصلاة عن وقتها . اهـ .

Ibnu Taimiyah dalam Minhaj as Sunnah, “Kebencian besar terhadap bani Umayyah itu karena 2 hal: perkataan mereka terhadap Ali ra. dan mengakhirkan shalat”

: الشيخ عبد الله بن عبد الرحمن الجبرين

وبعد موت الحسن كأنه صار يأمر بشتمه وبعيبه، وأخذ ذلك بنو أمية والخلفاء من بعده، فصاروا يسبون عليا رضي الله عنه، وبالأخص لما تولى الحجاج على العراق وبقي واليا عليه نحو عشرين سنة، فإنه كان يسب عليا على المنبر، ويأمر الخلفاء بلعنه، ولا شك أن هذا مما يغضب أحبابه الذين يحبونه، ويكون له في قلوبهم منزلة، فكانوا إذا سمعوا سباب هؤلاء الخطباء على المنبر يجتمعون بعد ذلك، ويتناقلون فضائل علي ولم يزالوا كذلك، ثم لم يقتصروا على الصدق، دخل معهم من يريد المبالغة في محبة علي وكذبوا؛ فصاروا يكذبون يختلقون أحاديث في فضائل علي ويجمعون من على شاكلتهم وعلى طريقتهم.

ولما أكثروا من ذكر تلك الأكاذيب التي ابتدعوها في فضائل علي صار أتباعهم ينكرون عليهم ويقولون: كيف تكون لعلي هذه الفضائل ومع ذلك لا تكون له الخلافة؟ وكيف يتقدم عليه أبو بكر وعمر وعثمان ؟ فلم يجدوا بدا من أن يختلقوا أكاذيب يطعنون بها في أبي بكر وعمر وعثمان ويدعون أنهم مغتصبون.

ثم تجاوزوا ذلك إلى أن طعنوا في الصحابة حتى يرضوا أتباعهم، فقالوا: إن الصحابة كتموا الخلافة، إن الصحابة كتموا الوصية، إن عليا هو الوصي، وإن هؤلاء جميعا لما بايعوا أبا بكر اعتبروا مرتدين، فتبرءوا من جميع الصحابة إلا أفرادا قليلين، فتوارثوا ذلك وسموا أنفسهم شيعة علي واشتهر ذلك في العراق اشتهر هذا الطعن في الخلفاء الراشدين وفي الصحابة في العراق عمدتهم على أكاذيب يقصدون بذلك الكذب أن يكثر أتباعهم، وأن يرضوا أتباعهم على ما هم عليه، وأن يبينوا لهم أن الحق معنا، وأننا صادقون فيما نقوله في أبي بكر وعمر وعثمان وبقية الصحابة، وأنهم ظلمة وخونة، وأنهم كتموا وكتموا.

Shk. Ibnu Jibrin menjelaskan bahwa setelah wafatnya Hassan ra, Khalifah2 sesudah Mu’awiyah seolah-olah memerintahkan cacian terhadap Ali ra dan Hassan ra. Al Hajjaj (Gubernur Irak pada masa dinasti Umayyah) itu mempopulerkan cacian kepada Ali ra. di atas mimbar. Dan hal ini menjadikan kemarahan mereka yang mencintai Ali ra

[catatan dari saya (Hanif): syi'ah belum mengalami perubahan aqidah saat itu].

Dan kemudian mulailah orang-orang membicarakan keutamaan Ali ra. Semakin banyak dusta, semakin banyak pula orang yang mengetahui kalau itu dusta. Dan kemudian timbulah pertanyaan, “Jika Ali ra. memiliki begini banyak keutamaan, kenapa dia tidak memiliki Khilafah?”. Dan kemudian disusul pertanyaan bid’ah, “Lalu bagaimana Abu Bakar, Umar, dan Utsman mendahului Ali sebagai Khalifah?” Akhirnya mereka berkesimpulan bahwa Abu Bakar, Umar, dan Utsman adalah Pelanggar hak-hak Ali.

[catatan dari saya (Hanif): inilah dimulainya fase syi'ah bid'ah dan kemudian menjadi syi'ah teologis yang melanggar aqidah].

Dan kemudian timbul kesimpulan, “Sesungguhnya para sahabat itu menyembunyikah Khilafah, sahabat itu menyembunyikan wasiat, sesungguhnya Ali adalah Sang Penerima wasiat Kekhalifahan” Dan mereka menyimpulkan bahwa mereka yg berba’iat kepada Abu Bakar adalah murtad”



Ini adalah persoalan politik yg keras dan cercaan (bhs jawa: pisuhan) pun tak terelakkan. Yang akhirnya juga dibalas oleh kalangan syi’ah dan kebablasan. Ketika syi’ah sudah berubah dari grup politik menjadi ahlul bid’ah, maka mereka sepertinya berprinsip “asal beda dengan bani umayyah”. 3 khalfah pertama dan hampir semua sahabat ikut dipisuhi dan dilaknati syi’ah. Posisi ahlul bait di masa bani umayyah bukanlah hal yg mudah. Mereka kaum marginal. Sebagian dari mereka hijrah ke Yaman utk menyelamatkan diri. Dan akhirnya sampailah ke Indonesia.

Lalu, apakah bani umayyah terus2an mela’nati Ali bin Abi Thalib ra? Tidak. Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, dia menghapus tradisi tsb dan menggantinya dengan
doa رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ dan juga
kutipan  ayat إِن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي لعلكم تذكرون
utk memuliakan ahlul bait dan ucapan tsb sering kita dengar sampai sekarang waktu khutbah jumat selesai.

Umar bin Abdul Aziz memang terkenal lembut dan sangat sopan thd ahlul bait. Ketika menjadi Gubernur Madinah dia banyak bergaul dan berguru kepada sahabat2 senior. Secara nasab, dia juga keturunan Umar bin Khattab ra.

Referensi:
  1. http://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=454&hid=6814&pid=276549
  2. http://www.imamu.edu.sa/Scientific_selections/Ethaf_Aljama’a/Pages/page_143.htm
  3. http://www.alminbar.net/malafilmy/fadael/10.htm
  4. http://library.islamweb.net/NewLibrary/display_book.php?idfrom=5318&idto=5319&bk_no=52&ID=1865
  5. http://www.youtube.com/watch?v=Zh2xl0ye2Sc
  6. http://www.islamicbook.ws/tarekh/tarikh-alkhlfa-.pdf
  7. http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=107850
  8. http://ahlalhdeeth.cc/vb/showthread.php?t=180411
  9. http://ibn-jebreen.com/?t=books&cat=3&book=88&page=5613
  10. http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=880&idto=880&bk_no=59&ID=973
  11. http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?bk_no=84&ID=687&idfrom=2742&idto=2860&bookid=84&startno=65
  12. http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=298389

hanif
Advertisement
edit post icon  www.alamuslim.com