Billboard Ads

https://masterkey.masterweb.com/aff.php?aff=12774

Sebelum kedatangan Islam, bangsa Arab telah dikenal sebagai pedagang yang ulung dan akrab dengan lautan. Demikian pula sesudah sesudah Nabi ﷺ wafat. Indonesia menjadi contoh bagaimana para ulama Islam menyebarkan agama tauhid di Kepulauan Nusantara memanfaatkan jalur perniagaan maritim.
Selain Laksamana Cheng Ho dan Ahmad bin Majid, Ahmed Muhiddin Piri menjadi sosok pelaut Muslim yang sangat dikenal oleh dunia Barat. Lalu siapakah Ahmed Muhiddin Piri? Berikut sedikit ulasannya untuk Anda;
Ahmed Muhiddin Piri
Dunia Barat mengenalnya sebagai Piri Reis. Ahmed Muhiddin Piri lahir pada 1465 dan wafat pada pertengahan abad ke-16. Dia merupakan pelaut ulung dari Kesultanan Utsmaniyyah. Piri juga masyhur sebagai pembuat peta dan navigator yang brilian.
Dia menulis Kitab i Bahriye yang terdiri atas dua bagian. Pertama berisi informasi mengenai jenis-jenis badai, teknik menggunakan kompas, serta data yang rinci beserta petanya tentang kota-kota penting di pesisir Laut Tengah. Bagian kedua lebih sebagai panduan bagi para penjelajah yang hendak mengarungi lautan. Pembahasannya berfokus pada wilayah-wilayah pesisir tertentu.
Pada 1513, dia mulai membuat peta dunia, yang di dalamnya juga ada benua yang kelak dinamakan Amerika. Warisan berharga ini di kemudian hari ditemukan di Istana Topkapi, Istanbul, pada 1929.
Lima belas tahun setelahnya, Piri membuat peta dunia lainnya yang lebih detail dalam menunjukkan wilayah Amerika, sebagaimana kini dikenal masyarakat modern. Dalam membuat karya besarnya itu, dia memanfaatkan sekitar 20 artefak peta tua berbahasa Arab, Spanyol, Portugis, Cina, India, dan Latin. (Rol)
Advertisement
edit post icon  www.alamuslim.com