Billboard Ads

https://masterkey.masterweb.com/aff.php?aff=12774

makalah tentang iman dan taqwa sehari-hari

Pengertian iman dan taqwa secara umum ditulis Alamuslim.com karena hubungan iman dan taqwa dan proses terbentuknya iman sangat tergantung hal-hal yang akan Anda baca di bawah ini secara lengkap.  

Alamuslim.com - Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah Atthabrani, iman didefinisikan dengan "keyakinan dalam hati, diikrarkan dengan lisan, dan diwujudkan dengan amal perbuatan" atau dalam bahasa Arabnya: al-imaanu ‘aqdun bil qalbi waiqraarun billisaani wa’amalun bil arkaan.

Dengan demikian, iman merupakan kesatuan atau keselarasan antara hati, ucapan, dan laku perbuatan, serta dapat juga dikatakan sebagai pandangan dan sikap hidup atau gaya hidup.

Prinsip-prinsip dan proses terbentuknya iman:
  1.     Prinsip pembinaan berkesinambungan
  2.     Prinsip internalisasi dan individuasi
  3.     Prinsip sosialisasi
  4.     Prinsip konsistensi dan koherensi
  5.     Prinsip integrasi

Tanda-tanda orang beriman
Al-Qur’an menjelaskan tanda-tanda orang beriman sebagai berikut:

Jika di sebut nama Allah, maka hatinya bergetar dan berusaha agar ilmu Allah tidak lepas dari syaraf memorinya, serta jika di bacakan ayat suci Al-Qur’an, maka bergejolak hatinya untuk segera melaksanakannya (QS. Al-Anfal: 2).

  • Senantiasa tawakal, yaitu kerja keras berdasarkan kerangka ilmu Allah, diiringi dengan doa, yaitu harapan untuk tetap hidup dengan ajaran Allah menurut sunnah Rasul (Ali Imran: 120, al-Maidah: 12, al-Anfal: 2, at- Taubah: 52, Ibrahim: 11, Mujadalah: 10, dan at-Thaghabun: 13).
  • Tertib dalam melaksanakan shalat dan selalu menjaga pelaksanaannya (al- Anfal: 3, dan al-Mu’minun: 2,7).
  • Menafkahkan rezki yang diterimanya (al-Anfal: 3 dan al-Mu’minun: 4).
  • Menghindari perkataan yang tidak bermanfaat dan menjaga kehormatan (al- Mu’minun: 3,5)‏
  • Memelihara amanah dan menepati janji (al-Mu’minun: 6)‏
  • Berjihad di jalan Allah dan suka menolong (al-Anfal: 74)‏
  • Tidak meninggalkan pertemuan sebelum meminta izin (an-Nur: 62)‏

Cara Memperbahahrui Iman
  1. Perbanyaklah menyimak ayat-ayat Al-Quran
  2. Rasakan keagungan Allah seperti yang digambarkan Al-Qur’an dan Sunnah
  3. Carilah ilmu syar’i
  4. Mengikutilah halaqah dzikir
  5. Perbanyaklah amal shalih
  6. Lakukan berbagai macam ibada
  7. Hadirkan perasaan takut mati dalam keadaan su’ul khatimah
  8. Banyak-banyaklah ingat mati
  9. Mengingat-ingat dahsyatnya keadaan di hari akhirat
  10. Berinteraksi dengan ayat-ayat yang berkaitan dengan fenomena alam
  11. Berdzikirlah yang banyak
  12. Perbanyaklah munajat kepada Allah dan pasrah kepada-Ny
  13. Tinggalkan angan-angan yang muluk-mulu
  14. Memikirkan kehinaan duni
  15. Mengagungkan hal-hal yang terhormat di sisi Alla
  16. Menguatkan sikap al-wala’ wal-bara
  17. Bersikap tawadh
  18. Perbanyak amalan hat
  19. Sering menghisab dir
  20. Berdoa kepada Allah agar diberi ketetapan iman

Pengertian Iman dan Taqwa Secara Umum

Taqwa adalah
Kata takwa (التَّقْوَى) dalam etimologi bahasa Arab berasal dari kata kerja (وَقَى) yang memiliki pengertian menutupi, menjaga, berhati-hati dan berlindung.

Oleh karena itu imam Al Ashfahani menyatakan: Takwa adalah menjadikan jiwa berada dalam perlindungan dari sesuatu yang ditakuti, kemudian rasa takut juga dinamakan takwa. Sehingga takwa dalam istilah syar’I adalah menjaga diri dari perbuatan dosa.

Tanda-tanda orang bertaqwa:
  1. Beriman kepada Allah dan yang ghaib(QS. 2:2-3)
  2. Shalat, zakat, puasa(QS. 2:3, 177 dan 183)
  3. Infak disaat lapang dan sempit(QS. 3:133-134)
  4. Menahan amarah dan memaafkan orang lain(QS. 3: 134)
  5. Takut pada Allah (QS. 5:28)
  6. Menepati janji (QS. 9:4)
  7. Berlaku lurus pada musuh ketika mereka pun melakkukan hal yang sama(QS. 9:7)
  8. Bersabar dan menjadi pendukung kebenaran (QS. 3:146)
  9. Tidak meminta ijin untuk tidak ikut berjihad (QS. 9:44)
  10. Berdakwah agar terbebas dari dosa ahli maksiat (QS. 6:69)

Keutamaan orang yang bertaqwa:
  • Diberi jalan keluar serta rezeki dari tempat yang tak diduga-duga(QS. 65:2-3)
  • Dimudahkan urusannya (QS. 65:4)
  • Dilimpahkan berkah dari langit dan bumi (QS. 7:96)
  • Mendapat petunjuk dan pengajaran (QS. 2:2, 5:46, 2:282)
  • Mendapat Furqan (QS. 8:29)
  • Cepat sadar akan kesalahan (QS. 7:201)
  • Tidak terkena mudharat akibat tipu daya orang lain (QS.3:120)
  • Mendapat kemuliaan, nikmat dan karunia yang besar (QS. 49:13, 3:147)
  • Tidak ada kekhawatiran dan kesedihan (QS. 7:35)
  • Sebaik-baiknya bekal (QS. 2:197)
  • Allah bersamanya (QS. 2:194)
  • Allah menyukainya (QS. 9:4)
  • Mendapat keberuntungan (QS. 3:200)
  • Diperbaiki amalnya dan diampuni dosanya (QS. 33:70-71)
  • Mendapat rahnmat (QS. 6:155)
  • Tidak disiasiakan pahala mereka (QS. 12:90)
  • Diselamatkan dari api neraka (QS. 19:71-72)

Taqwa adalah amalan hati dan letaknya di kalbu. “Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar – syiar Allah maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati." (QS 22:32).

Keimanan dan ketaqwaan seorang muslim adalah kunci agar mendapatkan ridho dan barokah dari Allah swt. Iman Islam dalam diri seorang muslim harus dibarengi dengan takwa.

Bila seorang muslim percaya dengan keberadaan Allah, maka tentunya ia takut kepada Allah. Itulah yang dinamakan taqwa.

Implementasi Iman dan Taqwa
Pengaruh iman terhadap kehidupan manusia sangat besar. Berikut ini dikemukakan beberapa pokok manfaat dan pengaruh iman pada kehidupan manusia.
  1. Iman melenyapkan kepercayaan pada kekuasaan benda
  2. Iman menanamkan semangat berani menghadapi maut
  3. Iman menanamkan sikap self help dalam kehidupan.
  4. Iman memberikan ketentraman jiwa
  5. Iman mewujudkan kehidupan yang baik (hayatan tayyibah)‏
  6. Iman melahirkan sikap ikhlas dan konseku
  7. Iman memberikan keberuntungan
  8. Iman mencegah penyakit.

Kesimpulan
Iman didefinisikan dengan keyakinan dalam hati, diikrarkan dengan lisan, dan diwujudkan dengan amal perbuatan (Al-Iimaanu ‘aqdun bil qalbi waiqraarun billisaani wa’amalun bil arkaan). Dengan demikian, iman merupakan kesatuan atau keselarasan antara hati, ucapan, dan laku perbuatan, serta dapat juga dikatakan sebagai pandangan dan sikap hidup atau gaya hidup.

Sedangkan takwa adalah menjadikan jiwa berada dalam perlindungan dari sesuatu yang ditakuti, kemudian rasa takut juga dinamakan takwa. Sehingga takwa dalam istilah syar’I adalah menjaga diri dari perbuatan dosa.

Sebagai umat muslim dan hamba Allah swt, ada baiknya kita bersungguh-sungguh dalam melaksanakan perintah Allah swt dan meninggalkan segala perbuatan dosa dan maksiat, baik yang kecil maupun yang besar.

Mentaati dan mematuhi perintah Allah adalah kewajiban setiap muslim. Dan juga, seorang muslim yang bertakwa itu membersihkan dirinya dengan segala hal yang halal karena takut terperosok kepada hal yang haram. (alamuslim.com)

Demikian pengertian iman dan taqwa secara umum serta praktiknya dalam sehari-hari.
Advertisement
edit post icon  www.alamuslim.com