Billboard Ads

https://masterkey.masterweb.com/aff.php?aff=12774

Salah satu makam ulama besar Betawi yang sudah lama saya ingin ziarahi adalah makam Guru Abdul Madjid. Bagi masyarakat Betawi tempo dulu beliau adalah 1 dari 6 Guru Besar Betawi yang cukup dihormati. Hampir semua ulama Betawi yang hidup di era tahun 40 s/d 90an adalah hasil didikan ulama yang luas ilmunya ini.
Oleh karena itu tidak salah rasanya saya menziarahi makam ulama karismatik Betawi ini. Beliau sendiri dimakamkan di Kampung Basmol (asal dari kata Bismillah) sebuah kampung yang pada tahun 90an sering saya datangi karena banyak terdapat teman teman kuliah.
Mengenai keberadaan makam beliau di Basmol ini, ada sebuah cerita yang cukup menarik dan cukup menunjukkan kapasitas "maqom" ulama besar ini. Sebelum wafat beliau telah meminta kepada muridnya yaitu KH Abdul Ghoni, bahwa jika kelak Guru Madjid wafat beliau ingin dimakamkan di Basmol tempat tinggal KH Abdul Ghoni. Tentu saja sang murid sangat gembira mendengar permintaan Sang Guru.
Sepertinya Guru Madjid sudah bisa memperkirakan jika daerah Pekojan tempat beliau tinggal akan menjadi daerah yang padat dan tidak sesuai lagi untuk pusat medan dakwah. Permintaan beliau kepada muridnya itu seperti sebuah isyarat bahwa Guru Majid ingin agar daerah Basmol ini kelak harus menjadi salah satu pusat kegiatan dakwah di Jakarta Barat.
Adapun Pekojan yang sekarang sudah menjadi daerah yang padat dan sudah banyak dihuni oleh para pendatang dari etnis china dan juga etnis etnis lain. Pemakamanpun sudah sangat sulit keberadaannya. Bukan tidak mungkin suatu saat Pekojan berubah menjadi daerah yang warisan keislamannya hilang tak berbekas dan sepertinya kondisi ini sudah bisa dibaca oleh Guru Madjid 60 atau 70 tahun yang lalu sehingga akhirnya beliau lebih memilih wilayah Basmol menjadi tempat peristirahatannya yang terakhir...
Advertisement
edit post icon  www.alamuslim.com
 
close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah