Billboard Ads

https://masterkey.masterweb.com/aff.php?aff=12774

Mempelajari genealogy tidak terbatas hanya memahami catatan naskah silsilah, melainkan juga harus memperhatikan kronologis peristiwa berdasarkan data sejarah.
Dengan memperhatikan kronologis peristiwa, maka kita akan memperoleh gambaran apakah satu catatan silsilah tersebut logis atau mengandung kejanggalan.
Sebagai contoh, banyak beredar catatan silsilah yang mengatakan Sultan Agung Mataram menikah dengan kakak perempuan Panembahan Ratu Cirebon yang bernama Ratu Ayu Sakluh, benarkah demikian?
Sebelum mempermasalahkan sumber riwayat, mari kita perhatikan kronologis peristiwanya terlebih dahulu.
1. Sultan Agung Mataram atau Raden Mas Rangsang lahir pada tahun 1593
2. Panembahan Ratu Cirebon diangkat menjadi penguasa pada tahun 1565
Dari dua data sejarah ini, bisa kita simpulkan Panembahan Ratu Cirebon yang dikatakan sebagai adik ipar Sultan Agung Mataram, menjadi penguasa Cirebon 28 tahun sebelum kakak iparnya lahir.
Berdasarkan informasi Panembahan Ratu lahir tahun 1547 sedangkan kakaknya Ratu Ayu Sakluh lahir tahun 1545. Dari data ini dapat diperoleh jarak usia antara Sultan Agung Mataram dengan Ratu Ayu Sakluh adalah 48 tahun.
Hal ini bermakna, jika Sultan Agung Mataram menikah di usia 20 tahun maka sang istri telah berusia 68 tahun. Kejanggalan inilah yang seharusnya ditinjau kembali oleh para pemerhati genealogy sebelum memperdebatkan kevalidan sumber data.
Untuk meluruskan persoalan ini, mungkin kita bisa mengambil pendapat salah satu versi yang mengatakan bahwa Ratu Ayu Sakluh adalah mertua perempuan dari Sultan Agung Mataram.


WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan:
1. Ada versi yang menuliskan bahwa istri Sultan Agung Mataram yang berasal dari Cirebon adalah putri dari Panembahan Ratu Cirebon. Namun catatan ini juga perlu dikritisi, karena putri Panembahan Ratu Cirebon diperkirakan usianya jauh diatas Sultan Agung Mataram.
Dari perkawinan Panembahan Ratu Cirebon dengan Ratu Lampok Angroros (Nyi Ratu Pajang), anak Sultan Pajang Hadiwijaya (Jaka Tingkir), memiliki seorang putri bernama Ratu Emas yang lahir tahun 1575 atau usianya lebih tua 18 tahun dari Sultan Agung Mataram.
2. Sultan Agung Mataram menjadi penguasa pada sekitar tahun 1535 – 1567 Shaka (1613 – 1645 masehi). Sultan Agung memiliki istri yang merupakan anak kakak perempuan Panembahan Ratu Carbon
Advertisement
edit post icon  www.alamuslim.com
 
close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah